Friday, June 15, 2007

FSS 2007 - Saluang Tigo Jinih


Dari Festival Seni Surabaya yang digelar dari tanggal 1-15 Juni 2007, ada yang menarik ditampilkan Pemusik dari Padang Panjang Sumatera Barat, Indra Jaya pada tanggal 10 Juni 2007 malam. Indra Jaya menampilkan Magic Song Saluang Tigo Jinih.
Saluang merupakan alat musik tiup yang tumbuh dan berkembang di Minangkabau. Instrumen saluang dipergunakan untuk pengiring dendang (nyanyian). Tiga nomor dalam komposisi ini, Saluang Sirompak, Saluang Pauah dan Saluang Darek.
Basirompak, kesenian yang berhubungan dengan kegiatan ritual perdukunan atau magic song. Bila seorang lelaki dihina dan dicacimaki oleh seorang perempuan yang disukai oleh lelaki itu, maka si lelaki minta tolong pada setan dengan bantuan si dukun melalui sirompak. Sehingga, perempuan penghina itu jadi tergila-gila padanya dan sulit melupakan si lelaki tersebut.

Saluang Tigo Jinih, judul pementasan tersebut, membawa dua muatan berbeda. Indra Jaya menggabungkan musik etnik khas Minang dengan etno musik modern dan dibantu seperangkat komputer, Karit (Basiss), dan Bertha (Vokalis)

Dari sisi Saluang, Indra menggunakan tiga Saluang berbeda, mencerminkan budaya berbeda, meski masih dalam lingkup Minangkabau. Dalam komposisi pertama, Indra memainkan Saluang Sarompak, jenis Saluang yang berasal dari Payakumbuh. Komposisi berjudul Marompak bernuansa kelam dan misterius.
Berbagai bunyi seram dipadu suara Saluang Sarompak dan petikan bass, menjadikan komposisi ini seperti pengantar sebuah sihir, diwarnai dendang berlirik magic.

Sedangkan di komposisi kedua dan ketiga, musik Indra lebih bervariasi. Saluang Paluh dan Saluang Darek. Di Saluang Paluh, Indra menyelipkan musik-musik disko dari komputer.

2 comments:

an kusnanto said...

loh, mbak...
fotone kok podho. ganok liyane ta? tak kirimi lagi ya?

Novri said...

Anton thanks ya foto2nya..
Pokoknya foto2 yang nampang di blogku ini hasil jepretan dia...
ntar yang kamu posting diblogmu jangan sama ya fotonya....